Senin, 01 Oktober 2012

Tak Terencana, Dadakan (Part I)



Hari ini, Jumat 28 September 2012, malamnya sebenarnya pengennya ajakin Ponyo makan di salah satu tempat makan favoritnya kita berdua, nasi uduk di depan SDN 19. Tapi, ternyata ga bisa karena kata si Ponyo dia pengen ikutin MUBES BEM FAKULTAS yang rencananya akan dilaksanakan pas habis Magrib.
Pas habis Magrib udah mo dekat waktu Isya, ternyata Ponyo datang ke rumah gue. Mubes ditunda untuk waktu yang tak ditentukan. Kecurigaan kita berdua, pasti dilaksanakannya udah mo dekat tengah malam biar ‘main kotor’ yang mereka (kelompok haus kekuasaan dan uang) jalankan bisa jalan mulus. Di sela-sela waktu menunggu kepastian dilaksanakannya Mubes, teman sekelas Ponyo, Yana sms ke Nomor Ponyo ajak jalan ke Tombiano, tempat dilaksanakannya PDOK Himbio. Kata Yana, dia tinggal menunggu Mas datang trus langsung deh cabut ke Tombiano.
Singkat cerita akhirnya kita berempat, Yana boncengan dengan Mas dan gue boncengin Ponyo pake si Velove, cabut ke Tombiano jam 10 malam, dan kecurigaan kita berdua memang betulan terjadi.
Pake jaket, baca doa, trus isi bensin, kita berdua pun menembus dinginnya malam menuju ke Tombiano. Habiskan malam dengan Ponyo di jalan yang sepi. :)

*Di perjalanan*
Mulut gue hampir setiap 15 menit baca dua doa andalan gue kalo lagi jalan jauh. Biar dapet lindungan dari pencipta gue, biar gue sama Ponyo, Yana sama Mas bisa selamat di perjalanan dan terhindar dari keburukan dan kejahatan yang akan menimpa kita berempat, baik dari alam nyata maupun ga nyata.

*Di Malei*
Karena gue sudah kebelit pipis, akhirnya memutuskan untuk singgah sebentar di mesjid, numpang pipis di toiletnya mesjid. Habis itu, putar balik karena ternyata Mas mintol pengen dibelikan minuman. Karena kebetulan Ponyo juga pengen beli sesuatu, ya sudah, hanya kita berdua yang putar balik menuju ke kios yang masih buka. Mas dengan Yana nunggu di depan mesjid. Maklum, Yana takut ketahuan..hihihi. :D
Di kios tersebut ada beberapa orang laki-laki. Di depan kios itu, kaya semacam lapangan juga ada laki-laki. Nah mereka itu yang manggil-manggil Ponyo. “Endang..endang..endang..” Dalam hati gue, “Sialan tuh laki-laki!”
Gue emosi berat. Sampe terbawa ke raut muka. Dan Ponyo sampe mikir kalo gue marah sama dia. Maaf ya Nyo, bukan marah sama kamu ko.
Hujan udah mulai turun pas kita berdua udah dijalan menuju ke tempat tadi. Tapi, kita tetap lanjutin perjalanan. Cuma pas sampe di Matako kita akhirnya nyerah juga. Kita singgah di depan kios yang udah tutup, dan di jam tangan Ponyo udah nunjukin jam setengah 12 malam. Kita memutuskan menunggu hujannya lumayan reda baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Tombiano.
Hujan sudah lumayan reda. Kita pun melanjutkan perjalanan.

Perjalanan malam ini memang seperti petualangan saja. Asik dan bikin deg – degan. Asap yang bermunculan dari aspal yang mulai mengering  makin bikin malam ini jadi tambah lebih ajib. Dan yang bikin ajib makin afdol, itu karena malam ini  dihabiskan bersama Ponyo, boncengan motor, tengah malam  pula. :) This is the first time.

 (bersambung ke part II)

0 komentar:

Posting Komentar