Jumat, 22 Juni 2012

Wisuda dan Tentang Toga, si Jubah Hitam


Besok adalah hari yang akan menjadi hari yang bersejarah di dalam garis hidupku. Huhui… :P. Setelah melewati proses perkuliahan selama hampir 4 tahun, dan mengikuti ujian skripsi yang berujung dengan keberhasilan dengan nilai 3,41, akhirnya besok di acara wisuda, jubah hitam + topi hitam unik itu akan saya pake, yang terkenal dengan nama Toga.
Dari dulu sampe sekarang saya penasaran dengan Toga tersebut. Pasti ada makna tersembunyi dari Toga itu. Apa sih makna dari Toga tersebut? Dan akhirnya saya dapat jawabannya…

ASAL MUASAL

Toga berasal dari tego, yang dalam bahasa Latin berarti penutup. Meski sering dikaitkan dengan bangsa Romawi kuno, toga sebenarnya merupakan pakaian yang sering dikenakan bangsa Etruskan (pribumi Italia) sejak 1.200 SM.

Kala itu, bentuk toga belum berupa jubah, tapi hanya kain sepanjang 6 meter yang cara pakainya dililitkan ke tubuh. Meski ribet, toga merupakan satu-satunya pakaian yang dianggap pantas saat seseorang berada diluar ruangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari mulai ditinggalkan. Tapi bukan berarti toga lenyap begitu saja. Setelah bentuknya “dimodifikasi” jadi semacam jubah, derajat toga justru naik menjadi pakaian seremonial, salah satunya wisuda.

MENYIBAK KEGELAPAN

Bukan tanpa alasan, toga berwarna hitam. Seperti yang kita tahu, hitam sering diidentikkan dengan hal yang misterius dan gelap. Nah, misteri dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan sarjana. Dengan memakai warna hitam, diharapkan para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapat.

Warna hitam juga melambangkan keagungan. Karena itu, selain sarjana, hakim dan sebagian pemuka agama juga menggunakan warna ini sebagai jubahnya.

Lalu, apa makna bentuk persegi pada topi toga? Sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jangan sampai status sudah sarjana tapi pikirannya masih sempit, hehehe.
(Tapi, ko topi toga yang saya punya bentuknya segi lima ya? Hmm..mungkin dipengaruhi dari lambang kampus  saya yang bentuknya juga begitu – pendapat sendiri.. :D)

KUNCIR LAMBANG OTAK

Dipuncak acara wisuda, kita mungkin bertanya-tanya, kenapa ya kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan?

Kuncir tali toga yang semula berada dikiri ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yang digunakan semasa kuliah. Nah, dengan dipindah kekanan, maksudnya agar para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri saja setelah lulus, namun juga otak kanan yang berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, dan inovasi.

Filosofi lainnya, kuncir tali di topi toga melambangkan tali pita pembatas buku. Dengan pindah tali, diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya ilmunya tidak stagnan. Mentang-mentang sudah sarjana, tidak lantas berhenti belajar donk. Iya kan? ;D

0 komentar:

Posting Komentar