Diawali dengan sebuah kecupan dibawah bulan yang
sedang bersinar menyinari kegelapan, disaksikan oleh langit malam dan si Vee,
cerita indah ini memulai lembaran pertamanya.
Suatu cerita tidak akan pernah menjadi menarik jika
hanya bercerita tentang kebahagiaan saja. Begitu pula cerita ini, setiap
lembarannya begitu menarik bahkan sebelum cerita ini memulai lembaran
pertamanya. Setiap lembaran yang terbuka, berisi kisah yang tak pernah diduga
sebelumnya. Sedih, senang, tertawa, menangis, kecewa, dan harapan, tertulis
dengan perlahan. Ada kalanya lelah datang, berhenti sejenak, mengumpulkan
tenaga sambil mengisi kembali tinta yang sudah hampir habis, kemudian
melanjutkan lagi cerita ini.
Pada saat tertentu seperti tidak terasa tetapi pada
beberapa saat tertentu yang lain sangat terasa, 2 tahun dari lembaran cerita
indah ini. Masih dan akan selalu tertulis dengan jelas bagaimana semua ini
berawal.
Terima kasih. Terima kasih karena sampai hari ini
masih mengizinkanku melajutkan cerita ini denganmu. Cerita yang pernah aku
impikan tapi tak pernah aku bayangkan. Cerita yang begitu berbeda dari cerita
yang pernah tertulis buatku. Ku yakin harapan akan selalu ada. Aku akan terus menulis
cerita ini hanya bersama dirimu ditemani sang waktu. Bab 3 pun kumulai.




0 komentar:
Posting Komentar