Selasa, 13 November 2012

Cerita Indah Sang Waktu

Aku akan memulai menceritakan kembali semua cerita indah yang telah usai ini dari 'ini', sesuatu yang menurutku menjadi awal adanya cerita indah bersama sang waktu dimulai. Dimulai dari dirinya memberikan cerita yang dibuatnya ini kepadaku. Cerita ini diberikannya kepadaku setelah kami sempat hujan-hujanan sambil boncengan naik Velove, Vega merah miliknya di malam hari.
Cerita itu berjudul...

And I..., and a Romantic Things

Dimulai dari beberapa bulan yang lalu ketika saya membaca undangan pernikahan di rumah seseorang yang saya kunjungi (yang sebenarnya sudah saya lupa dimana melihatnya). Dan baru kali ini saya dibuat terkesima oleh suatu undangan pernikahan. Biasanya sih saya hanya baca sekilas lalu mengacuhkannya. Tapi tidak untuk undangan yang satu ini. Sepertinya undangan ini beruntung dapat membuat saya terkesima. Andaikan undangan ini dapat berbicara, tentunya dia akan berkata dengan bangga mengenai betapa cantiknya dia sehingga dapat membuat seorang Winda Pontoh terkesima. Well undangan, narsis kamu itu salah alamat deh. Terus terang, bukan kecantikan design dari undangan ini yang membuat saya terpana. Melainkan seuntai kalimat indah yang tertera di depan undangan tersebut menggantikan kalimat dari Surah An-Nisa ataupun Kalimat doa Nabi Muhammad kepada Fatimah seperti umumnya tertera pada banyak undangan.

Baris kalimat tersebut mengatakan, "We are just a little weird couple  living in a life's also a little weird, and when we find each other little weird compatible, so we fall in mutual weirdness and call it love."

Wew, romantis sekali ya? Tapi, ketika saya share tentang baris kalimat ini menjadi status saya di sebuah jejaring sosial yang diiringi kata "Sumpah, betapa romantisnya", banyak dari mereka yang mengatakan gombal dan tidak setuju. Mereka bilang 'dimana romantisnya', malah ada yang komen 'Cuma kamu yang bilang ini romantis.. Urat romantismu kan sudah putus'... Hiks..hiks.. wah parah sekali ya komentar teman-teman saya ini. Tapi, saya jadi penasaran, masak sih mereka tidak bisa melihat apa yang saya lihat pada baris kalimat ini. Hm..iya sih sah-sah aja orang berlainan pandangan dan pendapat tapi masak cuma pandangan saya saja yang berbeda? Saya memang aneh kali ya?

Apapun pendapat orang, saya tetap berkeras kalo baris kalimat ini adalah kalimat pernyataan cinta paling romantis yang pernah saya dapat eh salah, yang pernah saya baca.

Tidak hanya romantis, tetapi kalimat ini juga tidak 'gombal' seperti kebanyakan kalimat cinta lainnya. Dengan kalimat ini, sepertinya pasangan ini ingin mengingatkan sekaligus menegaskan tentang konsep ketidaksempurnaan. Seperti kata pepatah terkenal yang mengatakan, "You come him back." Ketika sebuah ketidaksengajaan yang begitu indah ini terjadi, jujur saya akui bahwa hati saya tergelitik untuk kesekian kali kepadanya. Mungkin bagi orang lain, hanyalah hal sepele yang tidak ada romantisnya sedikitpun, namun bagi saya "It's the true romance"...

Saya sadar bahwa dia tetap berusaha untuk menjadi seseorang yang memiliki sebuah tempat VIP dihati saya, namun apa yang bisa saya lakukan jika hati saya belum siap untuk menyediakan tempat itu untuknya?

Meskipun begitu, saya tidak menutup kesempatan baginya walaupun saya pernah berkata dengan tegas kepadanya bahwa saya tidak menginginkan sebuah hubungan yang lebih. Ternyata kegigihan saya untuk tetap dengan kekerasan hati untuk tidak menyentuh perasaan romantis (yang saya prediksikan akan membuat saya jatuh cinta) luluh dengan hal-hal sepele itu.

Ketika di antara senyum indah yang saya berikan untuknya berubah menjadi senyum tersipu-sipu malu. Ketika di antara ucapan ramah yang saya luncurkan dari mulut ini berubah menjadi ucapan terbata-bata karena gugup. Ketika di antara dinginnya hembusan angin malam yang saya rasakan berubah menjadi hembusan angin yang membawa kehangatan di seluruh aliran darah saya. Dan di antara tatapan tajam menyelidik saya berubah menjadi tatapan romantis yang menyentuh.

Tanpa sedikitpun ingin mengurangi perasaan romantis yang kini saya nikmati, saya juga menggabungkannya dengan pengalaman undangan di atas. And from these two experiences, I can quote "I can only think that the real romance that I want to get is coming from a small and simple treatment that does not require a long time".

I want the same thing with the invitation that someday my name listed in the invitation that any sentence would read these romantic.



Jujur saya sulit menggambarkan apa yang saya rasakan ketika menerima cerita ini darinya. Senang.. kaget.. semuanya bercampur menjadi satu di saat yang sama.
Untukmu di cerita ini yang merasa aneh dan memiliki pandangan berbeda dari orang lain pada umumnya.. Tahukah kamu kalau itulah yang membuat aku jadi tertarik padamu. Aku mencintai bukan hanya kelebihanmu, tapi juga kekuranganmu. Aku tetap menyukaimu di saat kamu sedang merasa cantik maupun di saat kamu sedang merasa kurang sempurna dengan penampilanmu.

0 komentar:

Posting Komentar