Kamis, 16 Agustus 2012

BAB III PUN KUMULAI


Diawali dengan sebuah kecupan dibawah bulan yang sedang bersinar menyinari kegelapan, disaksikan oleh langit malam dan si Vee, cerita indah ini memulai lembaran pertamanya.

Suatu cerita tidak akan pernah menjadi menarik jika hanya bercerita tentang kebahagiaan saja. Begitu pula cerita ini, setiap lembarannya begitu menarik bahkan sebelum cerita ini memulai lembaran pertamanya. Setiap lembaran yang terbuka, berisi kisah yang tak pernah diduga sebelumnya. Sedih, senang, tertawa, menangis, kecewa, dan harapan, tertulis dengan perlahan. Ada kalanya lelah datang, berhenti sejenak, mengumpulkan tenaga sambil mengisi kembali tinta yang sudah hampir habis, kemudian melanjutkan lagi cerita ini.

Pada saat tertentu seperti tidak terasa tetapi pada beberapa saat tertentu yang lain sangat terasa, 2 tahun dari lembaran cerita indah ini. Masih dan akan selalu tertulis dengan jelas bagaimana semua ini berawal.

Terima kasih. Terima kasih karena sampai hari ini masih mengizinkanku melajutkan cerita ini denganmu. Cerita yang pernah aku impikan tapi tak pernah aku bayangkan. Cerita yang begitu berbeda dari cerita yang pernah tertulis buatku. Ku yakin harapan akan selalu ada. Aku akan terus menulis cerita ini hanya bersama dirimu ditemani sang waktu. Bab 3 pun kumulai.