skip to main |
skip to sidebar
Kita adalah angka sebelas
Ini Ceritaku. Cerita yang sedang dan telah terjadi padaku, dan suatu cerita yang selalu akan ada dirinya di dalamnya.
Senin, 17 Desember 2012
Kamis, 13 Desember 2012
"The Man Who Can't Be Moved"
Going
Back to the corner where I first saw you
Gonna
camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got
some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying,
"If you see this girl can you tell her where I am? "
Some
try to hand me money, they don't understand
I'm
not broke I'm just a broken hearted man
I
know it makes no sense but what else can I do
How
can I move on when I'm still in love with you
'Cause
if one day you wake up and find that you're missing me
And
your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin
maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And
you'll see me waiting for you on the corner of the street
So
I'm not moving, I'm not moving
Policeman
says, "Son you can't stay here"
I
said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year"
Gotta
stand my ground even if it rains or snows
If
she changes her mind this is the first place she will go
'Cause
If one day you wake up and find that you're missing me
And
your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking
maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And
you'll see me waiting for you on our corner of the street
So
I'm not moving, I'm not moving,
I'm
not moving, I'm not moving
People
talk about the guy that's waiting on a girl
There
are no holes in his shoes but a big hole in his world
Maybe
I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe
you won't mean to but you'll see me on the news
And
you'll come running to the corner
'Cause
you'll know it's just for you
I'm
the man who can't be moved
Going
back to the corner where I first saw you
Gonna
camp in my sleeping bag, I'm not gonna move
Selasa, 11 Desember 2012
Arti Sebelas
Kita adalah angka sebelas
bilangan
prima yang hanya habis dibagi oleh dirinya sendiri
menjadi satu : kita
akulah pembagimu
aku bagimu adalah satu : kita
(Part III - Aku Ada, 20. Arti Sebelas)
menjadi satu : kita
akulah pembagimu
aku bagimu adalah satu : kita
(Part III - Aku Ada, 20. Arti Sebelas)
Kamis, 06 Desember 2012
Hanya Aku dan Tuhan (Sebuah Janji Atas Nama-Mu)
Tuhan…
Engkau yang tau berapa lama aku menanti
dirinya..
Engkau yang tau bagaimana kerasnya aku
memohon pada-Mu untuk membuka hatinya untukku..
Dan dengan izin-Mu, Engkau buka hatinya
untuk menerimaku..
Tuhan..
Engkau yang tau berapa lama aku
menunggunya..
Tuk menempatkan hanya aku seorang di
hatinya..
Engkau yang tau bagaimana kerasnya aku
meminta kesabaran pada-Mu
Atas izin dan kuasa-Mu lah saat yang
kutunggu-tunggu itu akhirnya dapat terjadi..
Tuhan..
Aku tidak menyalahkan-Mu atas apa yang
terjadi kini..
Aku tau apa yang terjadi kini juga atas izin-Mu..
Tuhan..
Engkaulah kesempurnaan..
Engkaulah kebenaran..
Dan tak ada celah sedikitpun buat suatu
kesalahan ada pada-Mu..
Rabu, 05 Desember 2012
Terus Membuka Lembaran
Matahari baru saja terbit dan menyapaku lewat sinar hangatnya..
Hari ini dan beberapa hari kemarin, aku sudah sering mengalahkan sang mentari..
Baru saja dia akan terbangun dari tidurnya, aku sudah memulai aktivitas harianku..
Ya. Sekarang aku mencoba melanjutkan hidup..
Seperti mimpi saja..
Menyebrangi pulau, melewati lautan, dan ku temukan tempat yang baru ini untuk ku..
Tempat yang sangat berbeda dengan tempatku berasal..
Tidak lebih ramai memang dari tempatku yang dulu, bahkan jaringan internet pun sulit didapatkan..
Dan untuk memposting ini pun aku harus menempuh dan melewati berpuluh proses reload dan 'try again'..
Entah sampai kapan aku akan disini, entah berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk bisa siap kembali, entah kapan luka ini sembuh.... aku pun tak tau..
Nyamankah aku disini?
Tak ada jawaban pasti. Hanya mencoba menikmati luka ini dan takdir yang sudah diberikan-Nya..
Hari ini dan beberapa hari kemarin, aku sudah sering mengalahkan sang mentari..
Baru saja dia akan terbangun dari tidurnya, aku sudah memulai aktivitas harianku..
Ya. Sekarang aku mencoba melanjutkan hidup..
Seperti mimpi saja..
Menyebrangi pulau, melewati lautan, dan ku temukan tempat yang baru ini untuk ku..
Tempat yang sangat berbeda dengan tempatku berasal..
Tidak lebih ramai memang dari tempatku yang dulu, bahkan jaringan internet pun sulit didapatkan..
Dan untuk memposting ini pun aku harus menempuh dan melewati berpuluh proses reload dan 'try again'..
Entah sampai kapan aku akan disini, entah berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk bisa siap kembali, entah kapan luka ini sembuh.... aku pun tak tau..
Nyamankah aku disini?
Tak ada jawaban pasti. Hanya mencoba menikmati luka ini dan takdir yang sudah diberikan-Nya..
Jumat, 30 November 2012
Wish You Were Here.. (titik??)
Inikah akhirnya? Akhir dari cerita indah yang ditemani sang waktu?
Dengan akhir yang bahkan tak pernah terbayangkan akan terjadi..
Apakah ini karena apa yang kurasakan sekarang? Apa ini berkaitan? Aku tak tau..
Terasa begitu mendalam dan seperti sendok yang tajam saja lagu ini terputar..
Seperti mengaduk dan menusuk-nusuk..
Lagu yang pernah kunyanyikan bersamanya.. Di suasana desa yang tenang.. Di selimuti ramainya suara dari junior kami..
Ya kami menyanyikan lagu ini bersama ketika kami melakukan ospek jurusan di sebuah desa bernama Pantangolemba..
I can't be tough
I can't be strong
But with you, It's not like that at all
Kami mulai menyanyikan lirik yang disimpan di handphone-nya..
Tapi, aku selalu saja kesulitan wakut itu ketika menyebutkan kalimat It's not like that at all
I can't be tough
I can't be strong
But with you, It's not like that at all
There's a girl who gives a shit
Behind this wall
You just walk through it
And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.
I love the way you are
It's who I am don't have to try hard
We always say, Say like it is
And the truth is that I really miss
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Oh, Oh,
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Let go, Let go...
Jadi ingin ketemu Doraemon, pinjam mesin waktunya untuk sebentar saja, kembali ke masa itu.. Sesaat merasakan indahnya bersama itu lagi..
Dengan akhir yang bahkan tak pernah terbayangkan akan terjadi..
Apakah ini karena apa yang kurasakan sekarang? Apa ini berkaitan? Aku tak tau..
Terasa begitu mendalam dan seperti sendok yang tajam saja lagu ini terputar..
Seperti mengaduk dan menusuk-nusuk..
Lagu yang pernah kunyanyikan bersamanya.. Di suasana desa yang tenang.. Di selimuti ramainya suara dari junior kami..
Ya kami menyanyikan lagu ini bersama ketika kami melakukan ospek jurusan di sebuah desa bernama Pantangolemba..
I can't be tough
I can't be strong
But with you, It's not like that at all
Kami mulai menyanyikan lirik yang disimpan di handphone-nya..
Tapi, aku selalu saja kesulitan wakut itu ketika menyebutkan kalimat It's not like that at all
I can't be tough
I can't be strong
But with you, It's not like that at all
There's a girl who gives a shit
Behind this wall
You just walk through it
And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
All those crazy things we did
Didn't think about it just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, Here, Here
I wish you were here
Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here.
I love the way you are
It's who I am don't have to try hard
We always say, Say like it is
And the truth is that I really miss
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Oh, Oh,
No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go
Let go, Let go, Let go...
Jadi ingin ketemu Doraemon, pinjam mesin waktunya untuk sebentar saja, kembali ke masa itu.. Sesaat merasakan indahnya bersama itu lagi..
Selasa, 13 November 2012
Cerita Indah Sang Waktu
Aku akan memulai menceritakan kembali semua cerita indah yang telah usai ini dari 'ini', sesuatu yang menurutku menjadi awal adanya cerita indah bersama sang waktu dimulai. Dimulai dari dirinya memberikan cerita yang dibuatnya ini kepadaku. Cerita ini diberikannya kepadaku setelah kami sempat hujan-hujanan sambil boncengan naik Velove, Vega merah miliknya di malam hari.
Cerita itu berjudul...
And I..., and a Romantic Things
Dimulai dari beberapa bulan yang lalu ketika saya membaca undangan pernikahan di rumah seseorang yang saya kunjungi (yang sebenarnya sudah saya lupa dimana melihatnya). Dan baru kali ini saya dibuat terkesima oleh suatu undangan pernikahan. Biasanya sih saya hanya baca sekilas lalu mengacuhkannya. Tapi tidak untuk undangan yang satu ini. Sepertinya undangan ini beruntung dapat membuat saya terkesima. Andaikan undangan ini dapat berbicara, tentunya dia akan berkata dengan bangga mengenai betapa cantiknya dia sehingga dapat membuat seorang Winda Pontoh terkesima. Well undangan, narsis kamu itu salah alamat deh. Terus terang, bukan kecantikan design dari undangan ini yang membuat saya terpana. Melainkan seuntai kalimat indah yang tertera di depan undangan tersebut menggantikan kalimat dari Surah An-Nisa ataupun Kalimat doa Nabi Muhammad kepada Fatimah seperti umumnya tertera pada banyak undangan.
Baris kalimat tersebut mengatakan, "We are just a little weird couple living in a life's also a little weird, and when we find each other little weird compatible, so we fall in mutual weirdness and call it love."
Wew, romantis sekali ya? Tapi, ketika saya share tentang baris kalimat ini menjadi status saya di sebuah jejaring sosial yang diiringi kata "Sumpah, betapa romantisnya", banyak dari mereka yang mengatakan gombal dan tidak setuju. Mereka bilang 'dimana romantisnya', malah ada yang komen 'Cuma kamu yang bilang ini romantis.. Urat romantismu kan sudah putus'... Hiks..hiks.. wah parah sekali ya komentar teman-teman saya ini. Tapi, saya jadi penasaran, masak sih mereka tidak bisa melihat apa yang saya lihat pada baris kalimat ini. Hm..iya sih sah-sah aja orang berlainan pandangan dan pendapat tapi masak cuma pandangan saya saja yang berbeda? Saya memang aneh kali ya?
Apapun pendapat orang, saya tetap berkeras kalo baris kalimat ini adalah kalimat pernyataan cinta paling romantis yang pernah saya dapat eh salah, yang pernah saya baca.
Tidak hanya romantis, tetapi kalimat ini juga tidak 'gombal' seperti kebanyakan kalimat cinta lainnya. Dengan kalimat ini, sepertinya pasangan ini ingin mengingatkan sekaligus menegaskan tentang konsep ketidaksempurnaan. Seperti kata pepatah terkenal yang mengatakan, "You come him back." Ketika sebuah ketidaksengajaan yang begitu indah ini terjadi, jujur saya akui bahwa hati saya tergelitik untuk kesekian kali kepadanya. Mungkin bagi orang lain, hanyalah hal sepele yang tidak ada romantisnya sedikitpun, namun bagi saya "It's the true romance"...
Saya sadar bahwa dia tetap berusaha untuk menjadi seseorang yang memiliki sebuah tempat VIP dihati saya, namun apa yang bisa saya lakukan jika hati saya belum siap untuk menyediakan tempat itu untuknya?
Meskipun begitu, saya tidak menutup kesempatan baginya walaupun saya pernah berkata dengan tegas kepadanya bahwa saya tidak menginginkan sebuah hubungan yang lebih. Ternyata kegigihan saya untuk tetap dengan kekerasan hati untuk tidak menyentuh perasaan romantis (yang saya prediksikan akan membuat saya jatuh cinta) luluh dengan hal-hal sepele itu.
Ketika di antara senyum indah yang saya berikan untuknya berubah menjadi senyum tersipu-sipu malu. Ketika di antara ucapan ramah yang saya luncurkan dari mulut ini berubah menjadi ucapan terbata-bata karena gugup. Ketika di antara dinginnya hembusan angin malam yang saya rasakan berubah menjadi hembusan angin yang membawa kehangatan di seluruh aliran darah saya. Dan di antara tatapan tajam menyelidik saya berubah menjadi tatapan romantis yang menyentuh.
Tanpa sedikitpun ingin mengurangi perasaan romantis yang kini saya nikmati, saya juga menggabungkannya dengan pengalaman undangan di atas. And from these two experiences, I can quote "I can only think that the real romance that I want to get is coming from a small and simple treatment that does not require a long time".
I want the same thing with the invitation that someday my name listed in the invitation that any sentence would read these romantic.
Jujur saya sulit menggambarkan apa yang saya rasakan ketika menerima cerita ini darinya. Senang.. kaget.. semuanya bercampur menjadi satu di saat yang sama.
Untukmu di cerita ini yang merasa aneh dan memiliki pandangan berbeda dari orang lain pada umumnya.. Tahukah kamu kalau itulah yang membuat aku jadi tertarik padamu. Aku mencintai bukan hanya kelebihanmu, tapi juga kekuranganmu. Aku tetap menyukaimu di saat kamu sedang merasa cantik maupun di saat kamu sedang merasa kurang sempurna dengan penampilanmu.
Story Teller
Page Number
Reader
Labels
- 26R (1)
- A and W (1)
- An apology (1)
- Cerita Indah Sang Waktu (3)
- Ponyo's Birthday (1)
- Toga (1)
- Wish (1)
- Wisuda (1)
Aditya. Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Story
-
Besok adalah hari yang akan menjadi hari yang bersejarah di dalam garis hidupku. Huhui… :P. Setelah melewati proses perkuliahan selama h...
-
Di hari ini, genap sudah setahun (baca: 8 tahun) aku dan dirinya menuliskan sebuah cerita indah yang ditemani sang waktu – ini berdasarkan r...
-
Sungguh aku bukan penulis. Mungkin aku tidak akan pernah bisa menjadi penulis. Aku tak tahu bagaimana ...




