......................................................Pada awalnya biasa saja. sepertinya tidak ada hal yang bisa kujadikan alasan untuk bisa suka pada tulisan itu. Eeee...tapi tanpa perintah, ujung anak penahku mulai menulis kata demi kata yang indah hingga cukup untuk membuatku suka pada tulisan itu. Ehmm...seperti ketika mencoba mengenal sesuatu, ada rasa suka dan tertarik pada keindahannya saja. mungkin sama ketika mendengarkan sebuah lagu yang membuatku suka dengan hanya mendengar keindahan nadanya saja, sehingga bisa mengatakan, "aku suka".
Walaupun ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak menerima itu. Ehmmm...........................setelah beberapa waktu, tanpa menyerah, ujung anak penahku mendapatkan kalimat - kalimat yang membuatku memiliki rasa yang begitu dalam kepada tulisan itu. sampai - sampai kuingin mengukirnya di setangkai orchid putih. begitu besar rasa itu sehingga membuatku dapat menerima sisi lain dari tulisan itu. kekurangan, ketidakindahan, kelemahan, atau apalah namanya. bahkan sampai kertas sederhana yang menjadi tempat terukirnya tulisan itu. tanpa pernah tau dari mana dan apa penyebabnya. Ehmm...apa mungkin karena ternyata makna didalam tulisan itu adalah keindahan yang selama ini didambakan? tapi, sekali lagi walaupun bisa saja ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak bisa menerima rasa itu. mungkin juga hal itu termasuk sisi lain dariku............................................bersambung..? (sepertinya akan bisa begitu, selama ujung anak penah ini masih mampu bertahan dan diizinkan untuk melanjutkan tulisan yang bercerita indah itu dengan tinta merah hitamnya) atau the end..? (karena kini ada ujung anak penah lain yang menulis dengan bijak ceritanya kembali di tulisan yang sama atau memang tak ada lagi celah untuk ujung anak penahku di tulisan itu).
Walaupun ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak menerima itu. Ehmmm...........................setelah beberapa waktu, tanpa menyerah, ujung anak penahku mendapatkan kalimat - kalimat yang membuatku memiliki rasa yang begitu dalam kepada tulisan itu. sampai - sampai kuingin mengukirnya di setangkai orchid putih. begitu besar rasa itu sehingga membuatku dapat menerima sisi lain dari tulisan itu. kekurangan, ketidakindahan, kelemahan, atau apalah namanya. bahkan sampai kertas sederhana yang menjadi tempat terukirnya tulisan itu. tanpa pernah tau dari mana dan apa penyebabnya. Ehmm...apa mungkin karena ternyata makna didalam tulisan itu adalah keindahan yang selama ini didambakan? tapi, sekali lagi walaupun bisa saja ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak bisa menerima rasa itu. mungkin juga hal itu termasuk sisi lain dariku............................................bersambung..? (sepertinya akan bisa begitu, selama ujung anak penah ini masih mampu bertahan dan diizinkan untuk melanjutkan tulisan yang bercerita indah itu dengan tinta merah hitamnya) atau the end..? (karena kini ada ujung anak penah lain yang menulis dengan bijak ceritanya kembali di tulisan yang sama atau memang tak ada lagi celah untuk ujung anak penahku di tulisan itu).
Setangkai Orchid Putihku untukmu -> (Sebagai Inggris) (Di antara catur yang kembar ada leher angsa yang membelakangi sebuah tiang) (Di antara sebuah tiang dan leher angsa yang menghadap ke arahnya ada lahirnya negeriku dan putri sejati terlahir)= sejumlah bilangan yang dipakainya bersama - 1 langkah mundur dari IQ - nya
Maaf kalo ceritanya membingungkan atau mungkin ada yang beranggapan tulisan ini tidak bagus soalnya baru belajar menulis. Hehe.. ^_^ Saya hanya mencoba merasakan bagiamana nikmatnya menulis, ini juga berdasarkan saran dari "teman penulis". Dan...memang benar nikmat....hehe




0 komentar:
Posting Komentar