Sabtu, 27 Agustus 2011

26 R

Di hari ini, genap sudah setahun (baca: 8 tahun) aku dan dirinya menuliskan sebuah cerita indah yang ditemani sang waktu – ini berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi (kalender bulan maksudnya..hehe). Cukup banyak lembaran–lembaran misteri yang telah dibuka dan terungkap. Kesedihan…kesenangan silih berganti datangnya.

26 R = 26 Ramadhan. Yup. Tanggal itu,, tanggal yang bersejarah. Pada tanggal itu aku diijinkan olehnya untuk menemaninya menuliskan sebuah cerita indah. Menemani dan memegang tangannya lalu menuntun jari-jarinya untuk membuka buku yang belum pernah kubuka bersamanya.

Tidak gampang untuk dapat menulis cerita ini. Perlu penantian,, kesabaran,, dan ketulusan. Sabar untuk menanti dan tulus untuk menyayangi.

Dirinya jawaban dari mimpi dan impianku selama ini. Dialah yang memberikan jawabannya. Dia berdiri di depanku sekarang. Aku disini dan akan selalu disini,, menemani dan menuntun jari-jarinya membuka lembaran cerita ini bersama. Tak ada kisah yang terlewatkan, tak ada cerita yang tertinggalkan. Sang waktu akan selalu dengan misterinya. Memberikan jawaban disetiap lembaran yang terbuka.

Sabtu, 19 Maret 2011

Nineteen,, Happy Birthday.. Ponyo.

Hi my beauty Ponyo..
I know I can't make something special like you have been done..
I can't make a special poetry
I can't make anything that you want.
I'm sorry, if I just can make like this.
This is not cause you're not special for me.
Trust me,, You're so special for me.
Your eyes, your smile, your "huwange'e".. ^^
Your "balloon"^^,,your "button" on your face..hehe
And everything on you is so special for me.
I like you. Just the way you are.
This is your special day.
This is your happy time.
You're nineteen now.
You're be a woman.
HAPPY BIRTHDAY ^_^
Wish you all the best.
P.S I LOVE YOU..

For my special Ponyo.. :)

Senin, 17 Januari 2011

ANGIN YANG TERPAHAT

Sungguh aku bukan penulis. Mungkin aku tidak akan pernah bisa menjadi penulis. Aku tak tahu bagaimana mengabadikan segala apa yang ada didalam kepalaku dan sejarah hidupku yang telah dan baru saja kulewati menjadi sebuah tulisan yang indah yang bagi siapapun ketika membacanya akan menyukainya hingga mungkin ingin menyimpannya sebagai sesuatu yang berharga. Aku tak tahu cara memilih kata yang sempurna sehingga menjadikannya kalimat yang membentuk paragraf demi paragraf yang akhirnya menghasilkan sebuah tulisan yang utuh, indah, memiliki kalimat yang mungkin bisa kau kutip, memberikan motivasi bagimu, dan membuat siapapun yang membacanya akan merasa nyaman ketika membacanya.

Sudah beberapa kali aku mencoba untuk membuat tulisan yang menurutku akan disukai oleh yang membacanya. Mungkin ketika pertama, kedua, dan ketiga kali membacanya pembaca menyukainya. Tapi, seiring waktu berjalan tulisan itu dilupakan. Tanpa pernah tahu bagaimana dan apa yang terjadi ketika aku menulisnya. Tapi, mengeluh hanya akan membuang nafasku percuma yang mungkin bisa kugunakan untuk hal yang lebih penting. Iya kan? Mencoba dan terus mencoba. Itu saja yang bisa kulakukan. Semangat!

Kepada kalian sang Penulis aku bertanya, salahkah aku bila mengharapkan yang akan membaca tulisanku akan menyukainya ketika aku membuat suatu tulisan? Apakah aku salah jika merasa kecewa ketika tulisanku ternyata tidak seperti harapanku? Tapi, kau tidak akan bisa melihat indahnya pelangi sebelum merasakan hujan kan? Yup, I think it is true.

Pernah suatu kali aku mencoba menulis sesuatu dengan penggambaran, bukan dengan menyebutkan apa yang sebenarnya kumaksud. Namun apa yang terjadi? Ada yang begitu mudah memahaminya tanpa harus membacanya hingga selesai dan ada juga yang bahkan sulit memahaminya walaupun telah beberapa kali membacanya. Aku hanya bisa merasa sedikit senang dan juga merasakan suatu rasa yang disebut kecewa secara bersamaan. Kata yang tak tahu siapa yang memakainya pertama kali dan kapan pertama kali orang itu menggunakannya. Mungkin ia ingin memplesetkan kata “kecela” yang berarti mendapat atau terkena celaan menjadi “kecewa” karena tidak secara langsung dicela namun memilik rasa yang hampir sama ketika dicela.

Aku tak tahu apakah ini bentuk kejujuran atau hanya salah satu bentuk kebodohanku. Ketika kata ‘cinta’ terlintas didalam kepalaku, aku mungkin akan menggunakan kata ‘cinta’ juga pada apa yang kucoba tulis. Sulit bagiku untuk mengerti dan memahami apabila kugambarkan kata ‘cinta’ yang muncul itu kedalam kata merah, merah muda, putih atau apapun yang biasa kau gunakan untuk mengganti kata “cinta” itu. Itulah mungkin mengapa aku sulit untuk jadi romantis dalam berkata-kata karena pasti jatuhnya jadi lebay. Hehehe. Padahal niatnya hanya ingin berkata apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Oh iya, kutulis ini sambil mendengarkan Sheila On7 – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki. Tapi aku lebih menyukai menyebut dalam hati judulnya adalah Anugerah Ter-Indah yang Kini Kumiliki. Sedang memeluk hatinya ketika memeluk tubuhnya itulah anugerah terindah yang sebenarnya.

Jangan menyebut ini tulisan. Sebutlah ini angin yang terpahat. Anggap saja saya sedang mengobrol dengan dirimu yang membaca ini. Ini hanya salah satu bentuk usaha yang kusebut mencoba. Kalau tidak pernah mencoba, bagaimana kita tahu akan berhasil kan? Siapa tahu di usahaku berikutnya aku akan dengan bangga menuliskan kalimat “aku adalah penulis”. Hehehehe….
“Sudah yah aku mau pulang dulu, mau lanjutkan membuat usahaku yang berikutnya dan yang sempat tertunda. Billahitaufik wal hidayah,wassalmualaikum wr.wb” (Jangan heran. Kan ceritanya lagi ngobrol. Hehehe :D)

:: Aditya “ditdot” Kusuma ::